MODUS PENIPUAN MOBILE BANKING
Akhir-akhir ini makin sering kita mendengar cerita baik keluarga atau tetangga yang tertipu puluhan juta bahkan sampai ratusan juta.Modusnya adalah seseorang telah berhasil memindahkan tabungan nya di Bank ke rekening lain tanpa diketahui oleh si pemilik rekening dan baru sadar setelah terlambat.
Biasanya sebelum kejadian, didahului dengan panggilan telepon dari seseorang yang mengaku petugas RESMI Bank atau DISDUKCAPIL
Berikut ini saya coba jelaskan kronologi kejadiannya.
PENCURIAN DATA KEPENDUDUKAN KORBAN.
Pertama Penipu akan menghubungi calon korban dengan modus seolah-olah :
- Petugas DUKCAPIL, dengan alasan verifikasi data.
- Petugas BANK
- Petugas POS, dengan alasan ada kiriman paket yang bermasalah.
- Petugas Pajak dengan alasan administrasi pajak.
- NIK
- Nomor KK
- Nama
- Tanggal lahir
Kemudian Penipu berusaha menggiring si korban agar memberikan data sbb
- Nama Bank
- Nomor rekenjng
- Nomor Kartu ATM
- Masa EXPIRE (bulan/tahun)
- Kode CVV
Masih ada satu step lagi agar penipu bisa mengambil uang kita yaitu kode OTP (One Time Pasword). Kode OTP hanya dikirimkan kepada nomor HP yang terdaftar di Bank.
Selanjutnya sistem Bank secara otomatis mengirimkan kode OTP ke HP si korban. Setelah itu si Penipu berusaha merayu untuk meminta kode OTP tersebut.
Setelah berhasil mendapatkan OTP, biasanya ditandai mobile banking dari korban otomatis tidak bekerja atau ERROR. Kemudian Penipu langsung segera mentransfer ke rekening penampungan. Biasanya penipu akan berusaha mencairkan sesegera mungkin sebelum diblokir oleh pihak bank atas permintaan pihak berwenang.
LESSON LEARN :
- Jangan pernah melayani seseorang melalui nomor tidak dikenal jika ada orang tsb meminta foto KTP atau data pribadi lainnya walaupun orang tsb mengaku dari Bank, Dukcapil, Polisi dsb.
- Jika terpaksa menjawab telepon dari nomor tidak dikenal, sebelum dilanjutkan terlebih dahulu uji dulu ybs dgn pertanyaan yang akan membuktikan apakah ybs jujur atau berbohong. Contoh jika ybs mengaku dari Bank, maka tanya dari Bank mana dan lokasinya dimana. Jika pertanyaan mengaku dari Polsek, tanyakan alamat Polseknya dimana.
- Jangan pernah memberikan data kartu ATM, kode CVV apalagi OTP kepada orang lain.
Sebenarnya masih banyak modus lain yang digunakan oleh penipu, diantaranya adalah:
- Phising melalui pengiriman file APK pada aplikasi WhatsApp.
- Modus salah transfer yang dilakukan oleh pinjaman online.
- Modus penipuan penawaran pekerjaan
- Penawaran produk yang seakan-akan dari lembaga keuangan berizin padahal palsu (impersonation)
@afrizo

Komentar
Posting Komentar