MODUS PENIPUAN VIA TELEPON (VOICE PHISING)
Modus penipuan via telepon, atau yang dikenal dengan istilah voice phishing (vishing), adalah teknik penipuan yang memanfaatkan panggilan suara untuk mencuri informasi pribadi atau keuangan korban.
MODUS UMUM PENIPUAN VIA TELEPON
- Mengaku dari Instansi Resmi: Pelaku sering mengaku sebagai perwakilan dari pemerintah, bank, atau perusahaan besar untuk memancing kepercayaan korban.
- Penawaran Hadiah/Undian Palsu: Korban diinformasikan memenangkan hadiah atau undian, padahal tidak pernah mengikuti program tersebut. Tujuannya adalah meminta data pribadi atau biaya administrasi untuk pencairan hadiah.
- Ancaman atau Klaim Utang: Pelaku mengklaim adanya utang yang belum dibayar dengan ancaman denda atau hukuman, menciptakan rasa takut agar korban segera mentransfer uang.
- Masalah Keluarga/Darurat: Modus yang sering digunakan adalah mengaku sebagai anggota keluarga yang sedang mengalami keadaan darurat (misalnya kecelakaan atau ditangkap polisi) dan meminta transfer uang segera.
- Perangkat Terinfeksi Malware: Penipu memberitahu korban bahwa perangkat mereka terinfeksi virus dan meminta korban menginstal aplikasi tertentu (seperti AnyDesk atau TeamViewer) untuk mendapatkan akses penuh ke perangkat korban.
- Pemindahan Data KTP Digital: Modus baru di mana pelaku mengaku petugas Pemda dan meminta data KTP untuk dipindahkan menjadi KTP digital, yang berujung pada pencurian data rekening, Kode CCP dan nomor PIN yang akan digunakan untuk akses ke Mobile Banking oleh si penipu.
CIRI-CIRI PANGGILAN PENIPUAN
Anda dapat mengenali panggilan penipuan dengan memperhatikan tanda-tanda berikut:
Anda dapat mengenali panggilan penipuan dengan memperhatikan tanda-tanda berikut:
- Tekanan untuk Bertindak Cepat: Penipu akan mendesak atau mengancam korban agar segera mengambil keputusan tanpa berpikir panjang.
- Meminta Informasi Pribadi Sensitif: Permintaan data sensitif seperti PIN, password, kode OTP, nomor KTP, atau informasi kartu kredit. Lembaga resmi tidak akan meminta informasi ini melalui telepon.
- Menggunakan Sapaan Umum: Pelaku biasanya tidak mengetahui nama spesifik korban dan menggunakan sapaan umum seperti "Bapak/Ibu".
- Kualitas Panggilan Buruk atau Ada Jeda: Panggilan sering kali memiliki kualitas suara yang tidak jelas atau ada jeda yang mengindikasikan penggunaan sistem otomatis.
- Nomor Tidak Dikenal atau Asing: Panggilan berasal dari nomor yang tidak dikenal, terutama dengan kode negara asing (+243 Kongo, +91 India, dll.).
- Menolak Menutup Telepon: Pelaku cenderung menolak jika korban meminta untuk menutup telepon dan memverifikasi informasi tersebut secara mandiri.
CARA MENGHINDARI PENIPUAN
- Jangan Percaya Tawaran yang Terlalu Bagus: Bersikap skeptis terhadap penawaran hadiah atau keuntungan yang tidak masuk akal.
- Jangan Berbagi Informasi Pribadi: Jangan pernah memberikan data pribadi atau keuangan Anda kepada penelepon yang tidak dikenal.
- Verifikasi Identitas: Jika penelepon mengaku dari bank atau instansi resmi, putuskan sambungan telepon dan hubungi langsung instansi tersebut melalui nomor kontak resmi yang tertera di situs web atau kartu Anda.
- Jangan Menginstal Aplikasi Mencurigakan: Jangan pernah menginstal perangkat lunak akses jarak jauh seperti AnyDesk atau TeamViewer atas permintaan penelepon.
- Gunakan Aplikasi Identifikasi Penelepon: Manfaatkan aplikasi seperti Getcontact, Truecaller, atau fitur ID penelepon/perlindungan spam di ponsel Anda untuk mengidentifikasi nomor yang mencurigakan.
- Abaikan Nomor Asing/Tidak Dikenal: Abaikan dan jangan menelepon kembali nomor yang tidak Anda kenal, terutama yang berasal dari luar negeri.

Komentar
Posting Komentar